Kebutuhan Daerah dan Kelayakan Bidang Usaha Dalam Rangka Pendirian BUMD Migas di Kabupaten Buleleng: Studi Kelayakan Bisnis
DOI:
https://doi.org/10.70986/saraswati.v5i1.85Kata Kunci:
BUMD, Perseroda, Finansial, Kelembagaan, PADAbstrak
Kajian ini bertujuan untuk menilai kebutuhan daerah, model kelembagaan yang paling tepat, serta kelayakan ekonomi dan finansial dalam rangka pendirian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Migas untuk pengelolaan Participating Interest (PI) 10% pada Wilayah Kerja (WK) Agung I di Kabupaten Buleleng. Pendekatan multidisipliner digunakan mencakup aspek teknis, hukum, kelembagaan, sosial budaya, ekonomi, dan finansial. Analisis kelembagaan menunjukkan bahwa bentuk Perseroan Daerah (Perseroda) merupakan opsi paling optimal. Dari sisi potensi energi, WK Agung I memiliki sumber daya gas sebesar 23,3 TCF. Hasil analisis finansial menunjukkan bahwa proyek PI 10% layak secara finansial, ditunjukkan oleh nilai NPV positif, IRR 36,12%, serta payback period selama delapan tahun. Sementara itu, analisis ekonomi menghasilkan ENPV positif, EIRR 288,72%, dan BCR 41,66. Temuan ini memberikan dasar kuat bahwa pendirian BUMD Migas melalui Perseroda layak dan strategis untuk dilaksanakan.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Saraswati: Jurnal Kelitbangan Kabupaten Buleleng

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.