Optimalisasi Tata Kelola Lembaga Perkreditan Desa di Kabupaten Buleleng
DOI:
https://doi.org/10.70986/saraswati.v5i1.84Kata Kunci:
masalah, potensi ekonomi, role modelAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi optimalisasi tata kelola lembaga perkreditan desa di Kabupaten Buleleng. Secara metodologis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif (mixed methods). Berdasarkan pada kajian empirik yang dilakukan pada lembaga perkreditan desa yang ada di Kabupaten Buleleng terdapat berbagai persoalan yang menyebabkan terjadinya masalah akut. Adapun persoalan prinsip yang terjadi adalah bertalian dengan sumber daya manusia, manajemen atau pengelolaan lembaga perkreditan desa, kelembagaan dan permasalahan hukum. Analisis yang dilakukan terhadap lembaga perkreditan desa di Kabupaten Buleleng, menunjukkan empat model pengelolaan lembaga perkreditan desa, yaitu: (1) model tradisional (adat sentris), (2) model semi professional (transisi), (3) model professional (integratif), dan (4) model konsolidatif (klasterisasi lembaga perkreditan desa). Adapun rencana tindak lanjut yang dapat dijadikan dasar mengoptimalisasi lembaga perkreditan desa di Kabupaten Buleleng adalah: (1) meningkatkan profesionalitas dan kompetensi sumber daya manusia lembaga perkreditan desa, (2) memperkuat sistem pengawasan dan akuntabilitas keuangan lembaga perkreditan desa, (3) menyelesaikan permasalahan kredit macet dan tata kelola aset bermasalah, (4) menegakkan kepastian hukum dan regulasi lembaga perkreditan desa berbasis peraturan daerah dan awig-awig, (5) mendorong digitalisasi dan modernisasi sistem keuangan lembaga perkreditan desa, dan (6) mengembalikan kepercayaan dan partisipasi masyarakat terhadap lembaga perkreditan desa.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Saraswati: Jurnal Kelitbangan Kabupaten Buleleng

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.