STRATEGI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN STUNTING MELALUI PENDEKATAN HOLISTIK DAN TERINTEGRASI DI KABUPATEN BULELENG
DOI:
https://doi.org/10.70986/saraswati.v3i2.61Kata Kunci:
stunting,, faktor penyebab, model kebijakan, strategi penangananAbstrak
Kajian penanggulangan stunting di Kabupaten Buleleng yang ditujukan untuk memetakan angka kasus stunting, menguraikan faktor-faktor penyebab, merumuskan model kebijakan, dan merumuskan strategi penurunan angka prevalensi stunting di Kabupaten Buleleng. Metode pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik observasi, wawancara, fokus group discussion, kuisioner, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkakn bahwa angka prevalensi stunting di Kabupaten Buleleng terkategorisasi cukup rendah, berada dibawah target rata-rata nasional sebesar 14%. Faktor- faktor yang mempengaruhi stunting meliputi kualitas MPASI yang tidak baik, tingkat penghasilan keluarga yang di bawah UMR, kurangnya mendapatkan ASI ekslufif, tidak memiliki jamban sehat, dan sanitasi rumah yang buruk karena berdekatan dengan kandang hewan. Strategi penanganan stunting yang efektif dan efisien di Kabupaten Buleleng dilakukan dengan menyasar tiga pihak yang terdiri dari remaja putri, ibu hamil, dan balita dengan tahap pendataan kegiatan posyandu untuk menentukan validitas anak stunting, tahap edukasi gizi, pemberian makanan tambahan, sampai rujukan ke RSUD untuk pemberian terapi oleh dokter spesialis anak, dan tahap pendamping keluarga. Model kebijakan penanganan stunting di Kabupaten Buleleng dilakukan secara holistik dan terintegrasi meliputi beberapa stakeholder yaitu Dinas Kesehatan berperan dalam skrining dan kuratif, Dinas P2KBP3A berperan dalam pendampingan dan surveilans, Dinas Sosial berperan dalam pengupayaan jaminan Kesehatan, Dinas PUTR berperan dalam pengadaan air bersih dan jambah sehat, Dinas PMD berperan dalam mendorong Pemdes terhadap isu penanganan stunting, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga berperan dalam edukasi remaja putri terutama anak sekolah serta pemberian tablet FE pada remaja putri, dan Desa Adat berperan dalam pengoptimalan pengecekan kesehatan pra nikah untuk menjamin kesiapan medis menjelang pernikahan.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Saraswati: Jurnal Kelitbangan Kabupaten Buleleng

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.