PENYUSUNAN ROADMAP KOPI ARABIKA DAN KOPI ROBUSTA KABUPATEN BULELENG

Penulis

  • I Komang Putra Universitas Warmadewa Penulis
  • Made Supartawan Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Buleleng Penulis
  • Luh Sri Eka Sari Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Buleleng Penulis
  • I Wayan Rideng Fakultas Hukum, Universitas Warmadewa Penulis
  • I Gusti Bagus Udayana Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Warmadewa Penulis
  • I Ketut Darma Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Warmadewa Penulis
  • Ida Bagus Udayana Putra Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Warmadewa Penulis
  • I Made Aditya Pramartha Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Warmadewa Penulis

DOI:

https://doi.org/10.70986/saraswati.v4i2.73

Kata Kunci:

Kopi Arabika, Kopi Robusta, Roadmap, Kabupaten Buleleng

Abstrak

Kopi Arabika dan Robusta merupakan dua komoditas unggulan yang memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi Kabupaten Buleleng, Bali. Potensi lahan yang luas, dukungan agroklimat yang sesuai, serta tradisi budidaya masyarakat menjadikan kopi sebagai sektor yang menjanjikan untuk dikembangkan lebih lanjut. Namun demikian, hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat sejumlah permasalahan kunci yang masih menghambat optimalisasi, seperti keterbatasan infrastruktur pascapanen, lemahnya akses permodalan, rendahnya kapasitas kelembagaan petani, serta kurang terintegrasinya strategi pemasaran dan branding produk kopi daerah. Kondisi ini berimplikasi pada belum maksimalnya nilai tambah yang diperoleh petani, serta rendahnya daya saing kopi Buleleng di pasar nasional maupun internasional. Penelitian ini bertujuan menyusun roadmap pengembangan kopi Arabika dan Robusta Kabupaten Buleleng periode 2026–2030 yang terarah, terukur, dan berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif kualitatif melalui survei lapangan, Focus Group Discussion (FGD) dengan pemangku kepentingan, serta analisis SWOT yang dipadukan dengan Matriks Rencana Aksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan kopi Buleleng terletak pada kualitas Arabika premium yang dihasilkan di Desa Gobleg, sementara peluang utama berada pada dukungan pemerintah daerah, meningkatnya minat pasar terhadap kopi spesialti, serta keterlibatan UMKM lokal dalam pengolahan kopi. Sebaliknya, kelemahan mencakup keterbatasan sarana pengolahan modern, minimnya partisipasi petani muda, dan rendahnya literasi manajerial. Ancaman utama muncul dari fluktuasi harga, risiko perubahan iklim, dan lemahnya riset serta inovasi. Roadmap yang disusun menekankan empat strategi utama: penguatan kapasitas SDM dan kelembagaan, modernisasi infrastruktur pascapanen, pengembangan pembiayaan inklusif, serta hilirisasi produk melalui branding kopi Buleleng. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam perumusan kebijakan daerah dan program pembangunan sektor kopi yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-24

Terbitan

Bagian

Artikel