Kajian Rencana Induk Sistem Proteksi Kebakaran dan Penyelamatan (RISPKP) Tahun 2025-2035
DOI:
https://doi.org/10.70986/saraswati.v5i1.76Kata Kunci:
Proteksi Kebakaran, Manajemen Bencana, Wilayah Manajemen Kebakaran, Regulasi, Pemberdayaan Masyarakat, Sarana PrasaranaAbstrak
Kajian Rencana Induk Sistem Proteksi Kebakaran dan Penyelamatan (RISPKP) Kabupaten Buleleng Tahun 2025–2035 disusun sebagai pedoman peningkatan efektivitas pencegahan, penanggulangan, dan penyelamatan kebakaran sesuai Permendagri Nomor 14 Tahun 2024. Kajian ini bertujuan menganalisis tingkat risiko kebakaran serta mengevaluasi kesiapan kelembagaan, sarana prasarana, dan sumber daya manusia dalam sistem proteksi kebakaran di Kabupaten Buleleng. Metode penelitian menggunakan pendekatan kombinasi kuantitatif dan kualitatif melalui survei lapangan, wawancara, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Analisis dilakukan melalui kajian regulasi, pemetaan risiko, serta evaluasi kapasitas sarana, prasarana, dan personel pemadam kebakaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa wilayah dengan tingkat risiko kebakaran tinggi berada di Kecamatan Gerokgak, Tejakula, dan kawasan perkotaan padat penduduk. Selain itu, ditemukan keterbatasan jumlah dan kompetensi personel, belum meratanya distribusi pos pemadam, serta sarana dan prasarana yang belum memenuhi standar nasional. Kajian ini menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan pembentukan Relawan Pemadam Kebakaran sebagai bagian dari sistem penanganan berbasis komunitas. Sebagai tindak lanjut, diperlukan penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas personel, penambahan pos dan armada di wilayah rawan, optimalisasi sistem deteksi dini, serta integrasi RISPKP dengan dokumen perencanaan daerah guna mewujudkan Kabupaten Buleleng yang aman dan tangguh terhadap kebakaran.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Saraswati: Jurnal Kelitbangan Kabupaten Buleleng

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.